Setitik Harapan Hidup untuk Pak Yayan

Setitik Harapan Hidup untuk Pak Yayan

Bismillah..
Pada pukul 06.00 pagi warga cicalengka menemukan sesosok lelaki tergeletak di pinggir ruas rel kereta api Cicalengka. Lelaki itu bernama Yayan Herdiana warga Rancamanyar, Kec. Beleendah, Kab. Bandung. Diduga Ia tertabrak kereta api. Warga pun membawanya ke RSUD Cicalengka dalam keadaan kritis. Setelah 2 hari dalam keadaan kritis, lalu Pak Yayan dirujuk ke RS di Bandung.

Dalam keadaan darurat, Ambulan Tevis dikerahkan agar pasien segera mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Namun, beberapa rumah sakit di Bandung kebanyakan ruangan penuh, maka Ambulan tevis melesat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan keyakinan mendapatkan ruangan dan fasilitas yang memadai.

Ayah dua anak ini, mengalami pendarahan di kepalanya, luka dalam di bagian dadanya, kedua kakinya patah, serta cedera di otak dan di tulang lehernya. Keadaanya yang tidak sadarkan diri selama berhari-hari cukup mengharukan keluarga. Ia adalah sesosok imam yang begitu penyayang terhadap keluarganya, enggan melihat sang istri merasakan letih dalam kesibukan rumah tangga.

Bayangkan saja, seorang suami yang setia membantu istrinya, menyayangi anak-anaknya, tiba-tiba keluarga mendapatkan kabar bahwa Pak Yayan mengalami kecelakaan tanpa ada penyebab pastinya.

Dalam keadaan panik istrinya sempat berencana untuk menjual ginjalnya demi bisa membiayai pengobatan Pak Yayan. Maka, banyak sekali relawan yang tergerak hatinya untuk membantu kasus Pak Yayan ini. Hingga akhirnya tevis diberi kesempatan juga untuk membantu dalam mobilitas dan advokasi pasien. Kita mengusahakan agar Pak Yayan bisa dirawat tanpa mengluarkan dana yang tidak sedikit.

Beberapa hari lamanya pasien masih tak sadarkan diri. Hingga pada suatu saat, istri menelpon anaknya yang sedang menunggu di rumah. Anak-anak itu memanggil-manggil ayahnya yang sedang terbaring lemah dalam ketidak sadaran, “Ayah.. bangun.. Ayah.. Bangun” Qadarullah Pak Yayan pun lalu sadarkan diri, bangun dari kondisinya yang kritis.

Alhamdulillah atas Izin Allah, kini Pak Yayan sudah berada di kediamannya. Dua bulan lalu, Ia dibolehkan untuk pulang, karena kondisinya sudah memungkinkan untuk pulang. Sekarang Pak Yayan masih dalam tahap pemulihan. Meski kakinya sulit untuk berjalan seperti sediakala dan ingatannya masih samar-samar, namun sang Istri tak pantang menyerah menyemangatinya.

Pak Yayan adalah salah satu penerima manfaat atas hadirnya Ambulan bebas biaya 24 jam. Bukan hanya pengantarannya saja yang kita bantu, tetapi Ia mendapatkan bantuan advokasi kesehatan juga dari Tim Siaga Ambulan yang mana kita mengikhtiarkan agar mendapatkan tanggungan dari negara, karena negara mempunyai anggaran tertentu untuk kesehatan masyarakat kurang mampu. Alhamdulillah Allah memberikan rizki kepada Pak Yayan, pembiayaan yang kisaran ratusan juta, dengan izin Allah Pak Yayan tanpa biaya.

Inilah yang menjadi sebuah bentuk semangat kita untuk aksi kemanusiaan. Mari ambil peran, sudah saatnya sahabat melangkah. Menjadi bagian untuk kebermanfaatan ummat. Sahabat bisa mendukung kami di program #Healthcare agar lebih banyak lagi kebermanfaatan yang dirasakan seperti Pak Yayan. Mudah-mudahan setiap putaran roda lesatan ambulan, bisa membawa pada keberkahan kita. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin.

Bagikan sekarang

Tinggalkan Balasan