Marisa “Aku Ingin Menjadi Penghafal Al-Qur’an”

Marisa “Aku Ingin Menjadi Penghafal Al-Qur’an”

Marisa Futri, gadis lugu yg tengah beranjak remaja ini semakin hari kian bersemangat dalam menggapai impiannya. Mimpi besar yg amat berarti baginya, ialah menjadi seorang ustadzah yang Hafidzah.

 

Tak pernah terbesit sebelumnya dalam benak kami, jika Marisa akan memiliki semangat juang yang tinggi saat ini. Tepat satu tahun silam, kami mengenal Marisa dr salah seorang guru Al-Qur’an di Kampung Sompok, Katapang Kabupaten Bandung. Saat itu, Ustadz Mumu, gurunya Marisa memperkenalkan kami dengan sosok Marisa sebagai anak perempuan yatim yang tengah mencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP.

 

Kami berkenalan dgn Marisa, melihat raport SD nya, bertanya tentang hobi dan kesehariannya. Tak banyak, Marisa memang gadis kecil yg pemalu dan pendiam.

 

Awalnya kami ragu, dari hasil belajar di Sekolah Dasar, Marisa mendapatkan peringkat kedua paling terakhir di kelas nya.

 

Marisa saat itu blm banyak terbuka dengan kami. Tapi kepada Guru mengaji nya Marisa banyak mengungkapkan keinginannya.

 

Marisa ingin belajar Al-Qur’an lebih dalam, ingin menghafal Al-Qur’an. Ingin meraih keutamaan menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Marisa ingin memberikan mahkota kemuliaan kelak di akhirat untuk ayah dan ibu.

 

Betapa saat itu hati kami tersentuh dengan cita-cita besar Marisa, apalah arti nilai di sekolah dibandingkan mimpi menjadi seorang Hafidzah. In syaa Allah saat akhirat dikejar, dunia pun akan berada digenggamannya.

 

Bersama guru mengaji Marisa, kami mencari sekolah Al-Qur’an yang baik untuk Marisa di Kabupaten Bandung. Hingga akhirnya kami menemukan salah satu Al-Qur’an Islamic Boarding School. Marisa senang, namun ujian pertama saat itu datang.

 

Keluarga Marisa, awalnya tak menginginkan Marisa untuk pesantren. Tak biasa jauh dari rumah alasannya, terlebih melihat biaya sekolahnya.

 

Namun bersama guru mengajinya, Marisa berhasil meyakinkan keluarga nya, bahwa Marisa siap berjuang meraih mimpinya, serta mengangkat derajat keluarga nya.

 

Saat itu lah, Allah semakin memudahkan langkah Marisa, kami dipertemukan dgn beberapa dermawan yang mau membantu, mendampingi, dan mensupport Marisa meraih mimpinya, maa syaa Allah. Akhirnya, dgn tekad bulat kami dan Marisa mendaftarkan Marisa ke sekolah, tak mudah, karena Marisa harus mengikuti tes masuk terlebih dulu. Alhamdulillah, atas izinNya, Marisa lulus dan berhasil menjadi santri di salah satu Islamic Boarding School ternama di Kabupaten Bandung.

 

Setahun berjalan, Marisa menunjukkan banyak perubahan. Perubahan besar!! Saat awal tahun pembagian hasil Raport, Marisa berhasil masuk 10 besar di kelas. Nilai nya meningkat, bukan hanya mata pelajaran umum saja, namun juga nilai adab keseharian dan hafalan Al-Qur’an.

 

Marisa betul-betul menunjukkan semangatnya dalam belajar. Impiannya tak hanya ia jadikan mimpi dalam bunga tidurnya, ia berproses meraih segala cita nya. Dan hingga kini Marisa masih terus berjuang :”)

 

Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah Marisa menggapai cita nya, dan melimpahkan keberkahan bagi seluruh kakak dermawan yang selalu mendampingi Marisa meraih mimpi-mimpinya. Aamiin

 

Kami percaya, kelak bukan hanya kedua orangtua kandungnya saja yg akan mendapatkan mahkota kemuliaan.

 

Kita semua, in syaa Allah, juga mendapatkan amal jariyah dari setiap perjuangan Marisa menghafalkan Al-Qur’an.

Bagikan sekarang

Tinggalkan Balasan