Kisah Relawan Aksi Bervisi

Kisah Relawan Aksi Bervisi

Bismillah..
Namaku Salsya Aisyah, seorang wanita pejuang pendidikan yang aktif mengajar dan berwirausaha. Belum lama ini, aku ditawari untuk bergabung dalam kerelawanan. Perasaan itu membuat kebahagiaan tersendiri dalam aksi kemanusiaan ini.

Disini aku mencoba keluar dari zona nyamanku. Berbanding terbalik dengan keseharianku, yang pastinya ini lebih menguras jiwa sosialku. Kenapa ? Karena tugasku kali ini langsung terjun ke lokasi bencana banjir. Jujur, ini baru pertama kali. Pengalaman inilah yang aku rasakan dalam aksi kerelawanan di Tevis. Ya, saat musibah banjir tiba di Kab. Bandung. Lebih tepatnya Desa Parunghalang yang setiap tahunnya selalu mendapatkan kiriman air yang melimpah ruah ke pemukiman kampung disana.

Perasaan haru mulai menyelimuti hati ini saat menginjak pertama kali di Desa tersebut. Ternyata masih banyak orang yang membutuhkan pangkuan-pangkuan tangan kita. Masih banyak perut yang meraung menahan rasa lapar dan dahaganya. Disana ada ratusan lebih rumah yang terendam air berwarna kecoklatan. Yang hingga akhirnya banyak warga juga yang memilih untuk mengungsi di posko pengungsian setempat. Alhamdulillah atas izin Allah pada saat kesana, banjir telah surut dengan cepat. Saat ditemui, warga sedang sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang berdiam di tiap-tiap rumah.

Mushala dan jalan pun tak lupa mereka bersihkan meski dengan alat seadanya. Ada juga satu rumah yang masih merasakan dampak pasca banjir surut. Pemilik rumah itu biasa dipanggil ‘Bah Parman’. Seorang lelaki yang sudah tua yang rumahnya menjolok ke bawa. Alhasil, mengundang air mudah masuk ke dalam rumah. Saat rumah lain sedang dibersihkan karena sisa-sisa lumpur. Bah Parman masih bergelut dengan air yang tertampung dirumahnya. Ia mengungsi di sebuah loteng yang cara masuknya menggunakan tangga kayu yang lusuh hampir rapuh. Namun, kebahagiaannya tetap terpancar saat diberikan sebungkus bingkisan makanan untuk Bah Parman.

Lalu pada saat Tim Relawan datang untuk memberikan makanan dan obat obatan kepada masyarakat, Maa syaa Allah masyarakatnya sangat sangat antusias dan sangat bahagia pada saat dibagikan sedikit makanan..
Oh yaaa kondisi rumahnya pun ada yang sangat layak untuk di tempati tapi gak sedikit juga rumah rumah yang mungkin untuk kita yang melihatnya akan mengatakan “ini sangat tidak layak untuk di tempati” betapa sangat mengkhawatirkan untuk warga-warga di kampung parunghalang RT08/RW01, Kel. Andir, Kec. Baleendah, Kab. Bandung.

Saya berharap juga, agar pihak pemerintahan dapat melirik nasib para warga yang harus berjuang melawan banjir setiap musim penghujan datang. Bagi teman-teman yang belum bisa terjun langsung, in syaa Allah masih bisa membantu mereka saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan mendukung setiap program Yayasan Tendavisi Indonesia, baik program kemanusiaan, sosial ataupun pendidikan. In syaa Allah akan menjadi jalan kebaikan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Aamiin Allahumma Aamiin.
Jazakumullahu khayran kepada para pembaca.

Salam Relawan,
Yayasan Tendavisi Indonesia
Berkarya-Berbagi-Menginspirasi

Bagikan sekarang

Tinggalkan Balasan