Kisah Cinta Relawan

Kisah Cinta Relawan

Bismillah…

Perkenalan namaku Riana Damayanti Fauziah, usiaku 23 tahun  kegiatan sehari-hari bekerja dan kuliah. Seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S1 jurusan Pendidikan Masyarakat.

.

Berbicara tentang “Relawan” bisa disebut kisahku berawal dari Tendavisi Indonesia. Disini aku menemukan cinta, kasih sayang, rasa sosial dan kepedulian yang begitu tinggi terhadap saudara-saudaranya. Pertama bergabung disini kurang lebih 4 tahun lalu tak sedikitpun mereka menganggapku orang asing mereka menyambut dengan kehangatan, kehangatan itu ku beri nama “CINTA”.

 

Cinta seorang muslim terhadap saudaranya, cinta yang mempersatukan berbagai kepala dengan segudang ide-ide, kreativitas, dan pengorbanan mereka untuk umat. Satu hal yang membuatku takjub adalah tujuan mereka yaitu hanya ingin meraih ridho Allah Subhanahu wata’ala dan kelak berkumpul di Syurga Firdaus-Nya.

Alhamdulillah Allah mentakdirkanku bertemu dengan orang-orang hebat ini.

 

Relawan?  Rasanya aku tak pantas dipanggil seorang “Relawan” karena masih banyak kekurangan dan masih sedikit hal yang aku lakukan. Tapi itu tak akan menggoyahkan untuk tetap berbagi cerita yang tak akan kusimpan sendiri.Kenapa?? Karena berharap teman-teman juga mau ikut ambil peran untuk kebahagiaan saudara-saudara kita dan merasakan kebahagiannya.

 

Berawal dari menjadi panitia event-event yang diadakan oleh Tendavisi Indonesia yang mengajarkanku arti sebuah kebersamaan dan tanggung jawab. Kemudian ikut blusukan ke pelosok-pelosok di beberapa daerah mendisrtribusikan program-progmam Tendavisi Indonesia yang jalannya luar biasa curam bahkan hanya bisa dilalui oleh satu mobil sehingga kendaraan yang lain harus menunggu dan saling bergantian.

Menurutku itu seruuuu, seru sekali karena bisa bertemu keluarga-keluarga baru yang begitu ramah dan memperpanjang silaturahim. Lalu satu hal yang paling menggetarkan hati setiap melakukan perjalanan ini adalah ketika melihat senyuman indah yang lahir dari rasa syukur yang begitu luar biasa, meski terkadang yg kita salurkan tak begitu banyak dan bernilai.

 

Ada rasa yang tertinggal disini, rasa yang tak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata.Aku berharap  kalian juga akan merasakan hal yang sama.

lalu sampai kapan hanya diam???

Tak adakah rasa sedikitpun yang mengusik hatimu??

Ayolahhh kawan…

 

Teman-teman tahu anak-anak yg berada di hadapan dan dibelakangku ini?? Iya mereka adalah anak-anak hebat dengan berjuta-juta kelebihannya. Ada sinar harapan yang berbinar dari matanya, ada senyuman kebahagian yang terlahir dari bibir lembutnya.

Mereka adalah generasi penerus bangsa, perubah peradaban dunia.

Bagikan sekarang

Tinggalkan Balasan