Diki Kini Menjadi Anak yang Ceria dan Semangat

Diki Kini Menjadi Anak yang Ceria dan Semangat

Assalamualaikum kakak.

 

Pernah ga sih kak kebayang kalau kita bakal ditinggal cepat dalam kurun waktu yg entah kapan bisa ketemu lagi oleh orang yg paling disayang dan paling sayang sama kita? Ditinggal jauuuuh, dan entah kapan bisa ketemu lagi. Sakit rasanya.

 

Mungkin inilah yang dirasakan Diki, dulu. Saat usianya baru menginjak 8 tahun. Seseorang yg amat ia cintai, tempat ia bersandar mencurahkan segala kisah dan impiannya harus ‘pergi’ selamanya. Ialah sosok ayah, yg meninggal karena serangan jantung. Kelelahan setelah kerja bakti bersama warga dikampungnya.

 

Diki kecil saat itu sdh mengerti, bahwa ayah sudah tak bisa lagi menemani hari-harinya. Kini tinggallah Diki, Ibu, dan Adiknya. Semenjak itu, Diki yg ceria berubah menjadi lebih murung dan sensitif. Mudah menangis, mudah marah, mudah tersinggung. Mungkin itu adalah ungkapan kesedihan yg membekas dalam hatinya.

 

Tak selang berapa lama, ibu nya pun harus pergi sementara, bekerja ke negeri orang. Entah kapan pula kembali. Diki, kini tinggal bersama kami di Rumah Anak Bervisi. Diki bilang, ia ingin berusaha memperbaiki keadaan nya, menjaga adiknya, membahagiakan ibunya juga ayahnya ‘disana’. Diki ingin menjadi sosok yang lebih baik, agar bisa menjadi jariyah kebaikan bagi Ayah tercintanya.

 

Alhamdulillah, Diki tak merasa sepi lagi, meski kadang rindu datang mendekap, Diki paham, kini ada kakak-kakak yang senantiasa peduli pada kebaikannya.

Tevis bersama Kakak Dermawan, berusaha menemani langkah Diki menjadi pribadi yang lebih baik, membimbing nya untuk meraih impiannya mengangkat derajat keluarga.

Diki sudah bukan lagi menjadi anak yg murung dan mudah tersinggung. Diki kini lebih ceria dan terbuka mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.

Alhamdulillah..

Bagikan sekarang

Tinggalkan Balasan