Masak Apa Nek Hari Ini?

Masak Apa Nek Hari Ini?

Hari ini (15/05/2020) Allah mengizinkan saya untuk ikut salah satu tim yang menyebar beras dan hidangan berbuka puasa untuk saudara kita yang yatim dan dhuafa. Sore hari, kami tiba di titik penyebaran terakhir hari ini, di daerah Cisanti, hulu sungai citarum. Hawa dingin begitu terasa di desa sederhana nan bersahaja ini.

Pkl 17.30 sekitar 15 menit sebelum adzan magrib berkumandang, sampailah kami di sebuah rumah sangat sederhana dari kayu. Seorang nenek tinggal bersama suaminya yang hanya bisa berbaring tak berdaya akibat penyakit yang entah apa, selama beberapa tahun ini. “Darimana Cep uangnya kalau mau periksa, jadi belum pernah Bapak diperiksa sakit apa?”
“Ibu hari ini shaum?”
“Alhamdulillah Shaum”

“Ibu udah masak?”
“Alhamdulillah Cep udah”

“Masak apa bu hari ini?”
“Ya seadanya aja Cep, yang ibu mampu”

Sengaja saya menengok ke dapur sang nenek, yang begitu sederhana, dengan kompor hawu. Di atas hawu, ada panci berisi air yang sedang dimasak. Juga ada sepiring nasi bekas di lantai dapur yang begitu sederhana itu, dengan sendok pertanda nasi bekas itu siap disantap. Yaa Allah, padahal adzan sebentar lagi berkumandang.

Saya pun kembali melihat wajah nenek yang kini menatap saya dengan teduhnya, mata yang kini begitu berkaca-kaca. Hampir-hampir air matanya tumpah ke pipi.

Yaa Allah, begitu girangnya nenek ketika kami memberikan paket rendang dan gulai untuk keluarga ini. Juga paket beras untuk keluarga Indonesia titipan engkau para sahabat tendavisi.

Terima kasih ya sahabat, atas izin Allah, Engkau telah membuat sepasang suami istri ini begitu bahagia. Kami menjadi saksi begitu gembiranya mereka, hingga doa-doa kebaikan untuk Engkau terus terucap dari lisan mereka.

Terima kasih ya sahabat, salam dan doa dari sang nenek untuk Engkau sekeluarga.

Friandha Insan Firdaus

Senyum dari Selatan Bandung

Senyum dari Selatan Bandung

Pekan lalu merupakah salah satu perjalanan yang luar biasa. Perjalanan yang mengingatkan saya dan tim pada memori beberapa bulan yang lalu saat kami mengunjungi tempat ini. Sebuah Pesantren Tahfidz yang terletak di Selatan Bandung. Waktu itu kami belum mengenal Covid-19 yang mungkin saat ini ia adalah paling terkenal di seluruh penjuru dunia.

Pesantren Tahfidz Al-Huda namanya. Sebuah pesantren sederhana di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Meski sederhana dalam pengelihatan mata, namun di tempat ini anak-anak di didik untuk dapat berpikir besar. Berpikir untuk menjadi seseorang penghafal Al-Quran yang selalu berikhtiar memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Walaupun dalam keadaan yang serba terbatas, apa yang mereka pikirkan boleh jadi jauh lah lebih mulia dibanding kita semua. Kita yang masih sangat egois dengan impian kecil kita masing-masing.

Waktu itu saya masih ingat anak-anak sangat lincah beraktivitas. Ada yang sedang bermain bola, ada yang sedang bercocok tanam, bahkan sebagian laginya ada yang sedang mamanjat pohon untuk dapat mengambil buah dari pohon tersebut.

Ketika waktu belajar tiba, segera mereka tinggalkan aktivitas bermain dan bergegas bersiap-siap untuk menuntut ilmu bersama. Karena ruang kelas yang belum tersedia bagi santri ikhwan, maka pembelajaran pun dilakukan terpusat di masjid. Namun dibalik  itu semua, anak-anak tetaplah antusias untuk menimba ilmu.

Tak hanya itu, banyak dari santri di pesantren ini pun yang berstatus yatim dan dhuafa. Sehingga mereka dibebaskan dari segala biaya untuk dapat menimba ilmu di pesantren ini. Tak kurang dari 100 santri yang ada di pesantren ini. Itu lah salah satu yang membuatku kagum pada pesantren ini. Tak melihat santri dari latar belakang sosial seperti apa, asalkan memiliki keinginan untuk belajar, maka mereka akan terus diperjuangakan agar tetap mendapatan pendidikan terbaik dengan kehidupan yang layak.

Berbeda waktu, berbeda kondisi, dan berbeda pula keadaan serta situasi disana. Saat ini kegiatan anak-anak tak seriuh biasanya. Sedikit banyaknya wabah corona yang tengah melanda berdampak pula pada aktivitas di pesantren ini. Beberapa santri yang berstatus mampu pun diperbolehkan untuk pulang.

Namun, tak semua dari mereka dapat pulang dan kembali berkumpul bersama dengan keluarganya di rumah. Banyak diantara mereka yang tidak dapat pulang. Sebagian dari mereka yang tidak dapat pulang adalah santri perantau yang berasal dari daerah-daerah yang cukup jauh. Dimana memang saat ini pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk tidak berpergiaan antar daerah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Sebagian lagi dari mereka yang tidak pulang merupakan santri yang tidak memiliki keluarga atau santri yang tidak mengetahui keberadaan keluarganya.

Sedih kami mendengarnya. Dimana dalam keadaan seperti ini sebagian dari mereka tidak dapat berkumpul dengan keluarganya di rumah. Namun, bagi mereka ini adalah bagian dari perjuangan mereka. Perjuangan untuk dapat menjadi para penghafal Al-Quran yang sejati.

Alhamdulillah pada saat itu kami masih dapat melihat senyum indah mereka. Betapa malunya hati ketika kita sering bermuka muram dan kurang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Berbeda dengan mereka yang tetap terlihat bahagia ditengah segala keterbatasannya.

Senyum yang hadir pun tak lepas dari peran kakak-kakak semua yang tak pernah berhenti mendukung gerakan kebaikan ini. Alhamdulillah kontribusi kakak telah menjadi jalan kebaikan dari Allah sehingga kami dapat menyalurkan 250 kg beras untuk adik-adik santri penghafal Al-Quran di pesantren ini.

 

Tetaplah menjadi orang baik yang hebat !

Ustadz Yasin

(Pimpinanan Pesantren Tahfidz Al-Huda)

Terimakasih ya kak 🙂

Semoga Allah selalu melimpahkah rahmat dan melindungi kita semua. Aamiin…

Inilah Manfaat dari Buah Syurga

Inilah Manfaat dari Buah Syurga

Bismillah..
“Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, pohon-pohon pisang bersusun-susun (buahnya). Lahan yang terbentang luas dan air yang berlimpah membuat pohon selalu berbuah. Tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya.” (QS al-Waqi’ah: 28-33)

Selain pisang merupakan salah satu buah surga yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, penellitian menyebutkan bahwa pisang mengandung banyak vitamin, diantaranya vitamin A, B1, C, lemak, mineral, karbohidrat. Dengan kandungan nutrisi-nutrisi tersebut, tak jarang pisang dijuluki sebagai superfood.

Manfaat pisang bagi yang mengkonsumsinya :

  1. Membantu meningkatkan konsentrasi otak

Karena mengandung kalium, buah pisang dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Baik bagi anak maupun orang dewasa. Kalium dalam buah berdaging kuning ini dapat membuat otak dan saraf berfungsi dengan maksimal.

Pisang juga kaya akan magnesium yang membantu perkembangan otak, meningkatkan daya ingat, serta meningkatkan kemampuan pembelajaran.

  1. Melancarkan sistem pencernaan

Buah pisang kaya akan kandungan serat. Nutrisi ini bermanfaat dalam melancarkan pencernaan. Serat pektin dalam pisang juga disebut memiliki khasiat untuk melawan kanker usus besar. Meski begitu, penelitian lebih luas masih dibutuhkan untuk memberikan bukti akurat mengenai manfaat pisang yang satu ini.

  1. Sumber antioksidan yang baik

Pisang mengandung antioksidan yang dapat memberikan manfaat untuk kesehatan secara menyeluruh. Contoh antioksidan yang ada pada buah pisang yakni dopamin dan katekin. Antioksidan ini memiliki khasiat penting, seperti menangkal radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Membuat Anda kenyang lebih lama

Bahan pangan ini juga mengandung sejenis karbohidrat yang disebut resistant starch. Bersama serat pektin, nutrisi ini mampu memberikan efek mengenyangkan.

  1. Memberikan sensasi menyenangkan

Manfaat pisang berikutnya didapatkan dari kandungan asam amino yang disebut triptofofan di dalamnya. Bersama dengan vitamin B6 yang juga ada dalam pisang, triptofofan dapat merangsang produksi hormon serotonin.

Hormon serotonin mampu memberikan sensasi senang pada tubuh dan memperbaiki mood. Dengan ini, pikiran dan tubuh Anda pun bisa menjadi lebih rileks.

Dari beberapa manfaat diatas setidaknya ada 2 manfaat yang sangat berkaitan dengan seorang penghafal Al-Qur’an, yaitu membantu meningkatkan konsentrasi otak dan kandungan serotonin yang memberikan sensasi menyenangkan. Sebagai seorang penghafal Al-Qur’an tentulah harus selalu sabar, konsentrasi dalam proses menghafal dan selalu menjaga mood agar tetap semangat dalam menghafal. Inilah yang menjadi dasar mengapa pisang sangat penting bagi penghafal Al-Qur’an, selain harganya terjangkau juga sangat mudah ditemui dimana pun.

Mudah-mudahan menjadi kebaikan dalam menebar manfa’at. Aamiin

Persembahan Pisang untuk Adik-Adik Penghafal Al-Qur’an

Persembahan Pisang untuk Adik-Adik Penghafal Al-Qur’an

Bismillah
Disebuah bangunan indah, tampak suara riang yang sangat menenangkan. Waktu itu aku menemui mereka yang sedang belajar dalam menempuh indahnya meniti ilmu. Tak jarang adik-adik yang berlari menyapaku dengan salam dan senyuman.

Ini adalah sepenggal kisah saat memberikan amanah pisang untuk adik-adik para penghafal Al-Qur’an.

Di zaman teknologi yang semakin berkembang pesat, game-game yang semakin canggih fiturnya, tak banyak anak yang semangat dalam belajar, apalagi menghafalkan Al-Qur’an. Namun berbeda dengan mereka, adik kecil ini lebih memilih menyibukkan hari dalam mengilmui diri. Mereka adalah pejuang-pejuang cilik generasi.

Ini adalah Safitri dengan kemalu-maluannya yang hendak mengambil pisang, yang dibagikan oleh relawan Yayasan Tendavisi Indonesia. Dan satu lagi adalah Meisa, putri kecil yang imut dan juga santun. Meisa dengan enggan memakan pisangnya dikarenakan masih dalan posisi berdiri. Setelah Ia duduk, barulah Ia memakannya.

Pisang ini dipersembahkan untuk adik-adik yang semangat dalam menghafal dan belajar Al-Qur’an. Dengan harapan, bahwa buah syurga ini dapat mengantarkan semangat mereka dalam berjuang mencari ilmu agama.

Sehat-sehat ya, dik. Berjuanglah dalam memperoleh ilmu yang Ibu/Bapak guru sampaikan. Semangatlah meraihnya dengan semampu kalian. Jangan biarkan waktu kecilmu itu terbuang sia-sia agar tidak terbawa hanyut dalam kebodohan akhir zaman. Dan jangan lupa, tetap berbakti kepada orang tua.

Ini adalah salah dua adik-adik asuh MDT Muhammad Alfatih binaan Yayasan Tendavisi Indonesia dalam program #educare berkolaborasi dengan program #foodcare.

Dikisahkan oleh,
Pelajar Kemanusiaan