Training Tahsin Ramadhan

Training Tahsin Ramadhan

Sebuah training yang akan memudahkan anda untuk mahir membaca Al-Quran di bulan Ramadhan ini

Apakah anda merasa :
✅ Belum lancar membaca Quran?
✅ Merasa benar membaca Al-Quran tapi tak pernah Talaqqi langsung dengan guru?
✅ Hanya tau cara bacanya tanpa tahu hukumnya?

Training ini adalah solusinya. InsyaaAllaah akan dipandu oleh ustadz dan ustadzah yang ahli dibidangnya.

Trainingnya akan dilakukan :
Tanggal : 1,8,15 dan 29 Mei 2020 (4 pertemuan)
Waktu : 15.30 (ikhwan) 20.15 (akhwat) WIB
Tempat : Akhwat Live di Youtube dan ikhwan di grup Whatsapp

Mari jadikan Ramadhan anda berkesan

Dan jadilah hamba Allaah yang mengenal kalam-Nya

Ayo Daftar Sekarang Juga..!!

Silahkan isi form di bawah ini ya Sahabat.. 🙂

 

Kulwap Tevis – Rahasia Nikmatnya Interaksi dengan Al-Quran di Bulan Ramadhan

Kulwap Tevis – Rahasia Nikmatnya Interaksi dengan Al-Quran di Bulan Ramadhan

Betulkah kita mencintai Al-Quran? Ingin terus bersama Al-Quran? Ingin menjadi orang yang diberi syafa’at oleh Al-Quran? Atau bahkan ingin tergolong menjadi seorang Ahlul Quran?

Tapi ko kenyataan tidak selaras dengan harapan ya, faktanya malah :

✅ Baru 10 menit tilawah aja sudah mulai resah ingin menutupnya
✅ Merasa biasa saja saat menjalani 1 hari tanpa membacanya
✅ Ngga ada minat untuk baca kandungannya
✅ Ngga pernah mau baca tafsirnya

Hati-hati… bisa jadi itu salah satu tanda Hatimu telah Terkunci.

Bukan dirimulah yang tak mau mendekat kepada Al-Quran, tapi Al-Quran lah yang enggan terhadapmu

Untuk itu, kita akan kupas bagaimana Rahasia Nikmatnya Berinteraksi dengan Al-Quran

Bersama : Indah Arlina
Hari/tanggal : Ahad, 26 April 2020
Waktu : 10.00

InsyaaAllaah bisa membuat kita menjadi semangat untuk mendekat dengan Al-Quran dengan nikmat

Daftar Sekarang Juga

 

Seminar Online – Menangkan Ramadhan

Seminar Online – Menangkan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan agung yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap muslim. Sudah sepantasnya kita menyambutnya dengan suka cita 🤗

Dan pastinya dibarengi dengan persiapan matang…

Walaupun Wabah Masih belum pergi dari bumi pertiwi ini, bukan berarti kita menjadi hilang gairah di bulan ramadhan ini, Betul?

Maka dari itu yuk kita persiapkan Ramadhan ini dengan sebaik mungkin… Bagaimana caranya? InsyaaAllaah akan kita kupas dalam training Menangkan Ramadha

Yuk Gabung
Training Menangkan Ramadhan

GRATISSS

tempat sangat terbatas ya.. Jangan sampe kehabisan!!

Kamis, 23 April 2020
Pukul 15.30 s/d selesai
Live di Youtube (*link akan diberikan setelah anda mendaftarkan diri)

Daftar Sekarang juga.. dengan mengisi form di bawah ini.

Belajar dari Takhari :)

Belajar dari Takhari :)

Mentari terbit dan perlahan hari pun mulai terang. Burung-burung mulai melebarkan sayap, pertanda mereka siap untuk terbang bebas dari sangkarnya menuju langit nan luas. Namun bagi kita, tak semua memilih untuk pergi. Sebagian memilih untuk menetap. Karena bukan tak mungkin, pergi justru hanya akan mendatangkan derita.

Kali ini kita benar-benar dihadang. Bukan oleh batu berukuran besar. Namun oleh makhluk kecil tak  kasatmata yang ganas menjangkit siapapun yang ditemuinya. Jika Allah telah berkehendak tak ada yang tak mungkin. Makhluk kecil pun dapat dibuat-Nya mengkocar-kacirkan kehidupan dari makhluk yang paling sempurna. Ampuni kami Ya Allah akan segala kesombongan kami…

 

Dua paragraf awal di atas adalah sebagian gambaran dari apa yang kita alami hari ini. Dimana banyak orang yang kehilangan waktu untuk dapat beraktivitas diluar rumah. Semenjak himbauan #DirumahAja disuarakan oleh pemerintah, banyak aktivitas sosial masyarakat diruang publik yang mulai berkurang. Setelah itu mulailah berimbas pada bidang-bidang penting lainnya. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pada akhirnya, semua institusi pendidikan terpaksa harus melakukan pembelajaran online dari rumah bagi semua siswanya.

Pekan ini adalah pekan keempat pembelajaran dirumah diberlakukan. Dimana anak-anak tak lagi dapat belajar bersama-sama di sekolah. Tak lagi mereka dapat bercanda tawa dengan teman-temannya. Berangkat dan pulang sekolah bersama dengan membawa tas yang tampak lebih besar dibanding ukuran badan mereka :’)

Bagiku yang melihatnya saja hal ini sudah cukup membuatku merindu akan situasi itu. Lantas bagaimana dengan mereka? Adik-Adik dan Anak-Anak kita tentu sudah sangat rindu akan hal tersebut.

Awalnya mungkin mereka merasa gembira ketika diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran dari rumahnya masing-masing. Hari kedua wajahnya masih tersenyum, begitu pula dengan hari-hari lainnya di pekan pertama. Pekan kedua wajahnya nampak tak seceria waktu-waktu yang lalu. Semakin lama justru berubah menjadi kejenuhan yang teramat seperti yang terjadi dihari ini. Begitupun dengan kita yang jenuh bekerja dari rumah beberapa pekan ini.

Namun kali ini aku benar-benar belajar. Belajar dari seorang anak kecil yang usianya tak lebih dari separuh usiaku namun punya cara sendiri untuk tetap bersemangat meski harus belajar dari rumah.

Takhari namanya. Anak yang duduk dibangku kelas 1 sekolah dasar ini merupakan salah satu adik asuh di MDT Al-Fatih. Anak kecil yang satu ini memang luarbiasa. Jangan tanyakan soal disiplin dan kerapihan padanya, karena kita akan malu sendiri dibuatnya…

Takhari selalu mempersiapkan yang terbaik setiap kali pembelajaran online MDT Al-Fatih akan  dimulai. Sebelum pembelajaran dimulai ia selalu menyempatkan diri untuk mandi, berpakaian menggunakan seragam, dan tak lupa pula menggunakan bedak. Mungkin itulah salah satu cara agar suasana belajar di MDT Al-Fatih dapat ia rasakan meski dari rumahnya :’)

Alhamdulillah saat ini MDT Al-Fatih telah melakukan sistem pembelajaran online selama anjuran belajar dari rumah berlangsung, meski tak semua dapat mengikutinya. Keterbatasan perangkat menjadi faktor mengapa tak semua dapat mengikuti pembelajaran online ini.

“Kita belajar banyak dari Takhari. Belajar untuk disiplin, rapih, dan yang terpenting kita belajar bahwa suasana menyenangkan bisa kita hadirkan sendiri…”

Jadi jangan kalah sama Takhari yaa !

Kalau Takhari bisa tetap bahagia di rumahnya, kita pun pasti bisa !

Terimakasih Takhari 🙂

 

Tetap bahagia walau #DirumahAja 🙂

 

Semoga Allah selalu menghadirkan senyuman di wajah kita semua…

Aamiin Allahumma Aamiin.

Senyum dari Selatan Bandung

Senyum dari Selatan Bandung

Pekan lalu merupakah salah satu perjalanan yang luar biasa. Perjalanan yang mengingatkan saya dan tim pada memori beberapa bulan yang lalu saat kami mengunjungi tempat ini. Sebuah Pesantren Tahfidz yang terletak di Selatan Bandung. Waktu itu kami belum mengenal Covid-19 yang mungkin saat ini ia adalah paling terkenal di seluruh penjuru dunia.

Pesantren Tahfidz Al-Huda namanya. Sebuah pesantren sederhana di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung. Meski sederhana dalam pengelihatan mata, namun di tempat ini anak-anak di didik untuk dapat berpikir besar. Berpikir untuk menjadi seseorang penghafal Al-Quran yang selalu berikhtiar memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Walaupun dalam keadaan yang serba terbatas, apa yang mereka pikirkan boleh jadi jauh lah lebih mulia dibanding kita semua. Kita yang masih sangat egois dengan impian kecil kita masing-masing.

Waktu itu saya masih ingat anak-anak sangat lincah beraktivitas. Ada yang sedang bermain bola, ada yang sedang bercocok tanam, bahkan sebagian laginya ada yang sedang mamanjat pohon untuk dapat mengambil buah dari pohon tersebut.

Ketika waktu belajar tiba, segera mereka tinggalkan aktivitas bermain dan bergegas bersiap-siap untuk menuntut ilmu bersama. Karena ruang kelas yang belum tersedia bagi santri ikhwan, maka pembelajaran pun dilakukan terpusat di masjid. Namun dibalik  itu semua, anak-anak tetaplah antusias untuk menimba ilmu.

Tak hanya itu, banyak dari santri di pesantren ini pun yang berstatus yatim dan dhuafa. Sehingga mereka dibebaskan dari segala biaya untuk dapat menimba ilmu di pesantren ini. Tak kurang dari 100 santri yang ada di pesantren ini. Itu lah salah satu yang membuatku kagum pada pesantren ini. Tak melihat santri dari latar belakang sosial seperti apa, asalkan memiliki keinginan untuk belajar, maka mereka akan terus diperjuangakan agar tetap mendapatan pendidikan terbaik dengan kehidupan yang layak.

Berbeda waktu, berbeda kondisi, dan berbeda pula keadaan serta situasi disana. Saat ini kegiatan anak-anak tak seriuh biasanya. Sedikit banyaknya wabah corona yang tengah melanda berdampak pula pada aktivitas di pesantren ini. Beberapa santri yang berstatus mampu pun diperbolehkan untuk pulang.

Namun, tak semua dari mereka dapat pulang dan kembali berkumpul bersama dengan keluarganya di rumah. Banyak diantara mereka yang tidak dapat pulang. Sebagian dari mereka yang tidak dapat pulang adalah santri perantau yang berasal dari daerah-daerah yang cukup jauh. Dimana memang saat ini pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk tidak berpergiaan antar daerah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Sebagian lagi dari mereka yang tidak pulang merupakan santri yang tidak memiliki keluarga atau santri yang tidak mengetahui keberadaan keluarganya.

Sedih kami mendengarnya. Dimana dalam keadaan seperti ini sebagian dari mereka tidak dapat berkumpul dengan keluarganya di rumah. Namun, bagi mereka ini adalah bagian dari perjuangan mereka. Perjuangan untuk dapat menjadi para penghafal Al-Quran yang sejati.

Alhamdulillah pada saat itu kami masih dapat melihat senyum indah mereka. Betapa malunya hati ketika kita sering bermuka muram dan kurang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Berbeda dengan mereka yang tetap terlihat bahagia ditengah segala keterbatasannya.

Senyum yang hadir pun tak lepas dari peran kakak-kakak semua yang tak pernah berhenti mendukung gerakan kebaikan ini. Alhamdulillah kontribusi kakak telah menjadi jalan kebaikan dari Allah sehingga kami dapat menyalurkan 250 kg beras untuk adik-adik santri penghafal Al-Quran di pesantren ini.

 

Tetaplah menjadi orang baik yang hebat !

Ustadz Yasin

(Pimpinanan Pesantren Tahfidz Al-Huda)

Terimakasih ya kak 🙂

Semoga Allah selalu melimpahkah rahmat dan melindungi kita semua. Aamiin…