Alhamdulillah, Kampung Quran yang Diinisisasi Tenda Visi Indonesia Mendapat Apresiasi Banyak Pihak

Alhamdulillah, Kampung Quran yang Diinisisasi Tenda Visi Indonesia Mendapat Apresiasi Banyak Pihak

Yayasan Tenda Visi Indonesia pada Ahad (9/2/2020) menggelar seminar yang bertajuk Menjadi Keluarga Bercahaya Sampai Surga Bersama Al-Quran, bertempat di Grandsunshine Hotel and Resort, Soreang Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut turut pula dilakukan sosialisasi Kampung Quran Salahudin Al-Ayyubi yang diinisiasi oleh Tenda Visi Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh Kabupaten Bandung, entrepreneur muda, dan para donatur Yayasan Tenda Visi Indonesia. Bupati Kabupaten Bandung, H. Gun Gun Gunawan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Tenda Visi Indonesia, “Saya sangat mengapresiasi sekali para anak muda yang tergabung dalam Yayasan Tenda Visi Indonesia, dimana kepedulian terhadap sesama sangat dikedepankan, ditambah saat ini sedang melakukan proses Pembangunan Kampung Quran Salahudin Al-Ayyubi yang beralamat di Desa Jatisari, KEcamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung”.

Gun Gun Gunawan mengatakan, “Kegiatan tersebut harus didukung terlebih kami selaku pihak pemerintahan, saya bersama Tenda Visi akan mewujudkan Kampung Quran, dan apapun yang bisa kami lakukan dan berikan mari bersama-sama”

Kampung Quran Salahudin Al-Ayyubi direncanakan akan dibangun di atas Lahan Wakaf, seluas sekitar satu hektar. Di atas lahan tersebut rencananya akan dibangun pondok pesantren, rumah yatim, dan rumah guru ngaji. Friandha Insan Firdaus, Pembina Tenda Visi Indonesia mengatakan, “Kami ingin mengadopsi semangat Salahudin Al-Ayyubi, sang pembebas Baitul Maqdis, karenanya Kampung Quran Salahudin Al-Ayyubi bertujuan untuk mencetak sosok hebat seperti Salahudin Al-Ayyubi di zaman ini”.

Dukungan terhadap apa yang dilakukan Tenda Visi juga datang dari Komunitas Ojek Online Indonesia. Ketua Wanita dan Istri Pengemudi Online Indonesia, sekaligus aktivis anak dan perempuan, Liliawati mengatakan, “Kami sangat apresiasi sekali terhadap Yayasan Tenda Visi Indonesia, dimana program-programnya di bidang sosial pendidikan yang sangat bagus sekali”

“Kalau orang tua yang menjalankan yayasan itu sangat lumrah, tetapi Tenda Visi Indonesia ini sangat luar biasa, para anak muda yang tidak mementingkan diri sendiri, mereka berjuang untuk masyarakat luas yang membutuhkan pertolongan,” kata Lili.  “Saya sangat terharu dan mengetahui kiprah mereka”, tambahnya.

Tenda Visi Indonesia merupakan lembaga amil yang seluruhnya memang dikelola anak-anak muda. Seluruh pengurusnya berusia di bawah 30 tahun, bahkan beberapa masih berusia belasan tahun. Sejak tahun 2018, Tenda Visi Indonesia resmi tercatat sebagai anggota Forum Zakat.

Ibu Tangguh Pejuang Keluarga

Ibu Tangguh Pejuang Keluarga

Bismillah, dengan mengharap Ridha Allah..
Ibu dengan senyum yang teduh ini sedang merasakan bahagia yang luar biasa. Sekarang Ia bisa menghidupi keluarganya dengan rasa bangga dan penuh semangat yang membara. Ibu dua anak ini telah lama mendambakan pekerjaan yang bisa membantu meningkatkan taraf hidup keluarga.

Ibu Elah namanya, salah satu Ibu tangguh yang terus berjuang demi menghidupi keluarganya. Ia adalah seorang Ibu dari Anak Asuh binaan Yayasan Tendavisi Indonesia. Di Desa Cicangkanggirang ini Ibu Elah beserta mayoritas warga lainnya berprofesi sebagai peraut rangka layangan. Dimana Ia menerima jasa untuk meraut rangka layangan dengan upah minim yang telah ditentukan.

Pekerjaan itu begitu memakan waktu yang tidak sebentar. Ibu Elah harus pandai dalam mengatur tugas rumah dengan beban pekerjaan. Ibu, biasa mengerjakan seharian, jumlah hasil pengerjaannya bisa sampai 1000 rangka layangan jika Ia giat dalam menekuninya. Setelah itu, Ibu Elah mendapatkan upah sebesar 15.000 rupiah untuk 1000 rangka layangan. Memang, bukan sebuah nominal yang besar dengan waktu pengerjaan yang luar biasa melelahkan.

Ibu Elah berjuang selama bertahun-tahun, Ia hidup dalam keterbatasan ekonomi yang mencekik keadaannya. Bukan tanpa sebab, suami yang menjadi tulang punggung keluarga, terbaring dalam sakit yang sudah lama. Suaminya hanya bisa terkujur di tempat tidur karena diabetes telah menggerogoti tubuhnya. Tangan dan kakinya sudah rapuh, sangat riskan jika sampai terjatuh.

Meski begitu, Ibu Elah tetap semangat dalam menjalani kehidupannya sebagai Ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Hingga akhirnya Ibu ini kami amanahi sebuah usaha untuk menopang kehidupan keluarganya agar bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya. Gerobak Bervisi adalah sebuah program Yayasan Tendavisi Indonesia yang bertujuan untuk membantu mereka yang kesulitan dalam mencari pundi-pundi rupiah untuk memenuhi kehidupan keluarga. Dalam program ini penerima manfaat diberikan dampingan selama 2-3 bulan agar mereka bisa memaksimalkan potensi usahanya. Sekarang ini Ibu Elah merintis usahanya dengan berjualan jajanan anak-anak.

Alhamdulillah, Jazakumullahu khayran kepada sahabat dermawan yang senantiasa mendukung program-program Yayasan Tendavisi Indonesia. Mudah-mudahan Allah memberikan pahala kebaikan untuk kita semua dan Allah melapangkan kita semua untuk selalu berada dijalan kebaikan. Aamiin
Teriring salam dari Bu Elah dan keluarga untuk sahabat tevis semua..

Barakallahu fiikum..

Kisah Relawan Aksi Bervisi

Kisah Relawan Aksi Bervisi

Bismillah..
Namaku Salsya Aisyah, seorang wanita pejuang pendidikan yang aktif mengajar dan berwirausaha. Belum lama ini, aku ditawari untuk bergabung dalam kerelawanan. Perasaan itu membuat kebahagiaan tersendiri dalam aksi kemanusiaan ini.

Disini aku mencoba keluar dari zona nyamanku. Berbanding terbalik dengan keseharianku, yang pastinya ini lebih menguras jiwa sosialku. Kenapa ? Karena tugasku kali ini langsung terjun ke lokasi bencana banjir. Jujur, ini baru pertama kali. Pengalaman inilah yang aku rasakan dalam aksi kerelawanan di Tevis. Ya, saat musibah banjir tiba di Kab. Bandung. Lebih tepatnya Desa Parunghalang yang setiap tahunnya selalu mendapatkan kiriman air yang melimpah ruah ke pemukiman kampung disana.

Perasaan haru mulai menyelimuti hati ini saat menginjak pertama kali di Desa tersebut. Ternyata masih banyak orang yang membutuhkan pangkuan-pangkuan tangan kita. Masih banyak perut yang meraung menahan rasa lapar dan dahaganya. Disana ada ratusan lebih rumah yang terendam air berwarna kecoklatan. Yang hingga akhirnya banyak warga juga yang memilih untuk mengungsi di posko pengungsian setempat. Alhamdulillah atas izin Allah pada saat kesana, banjir telah surut dengan cepat. Saat ditemui, warga sedang sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang berdiam di tiap-tiap rumah.

Mushala dan jalan pun tak lupa mereka bersihkan meski dengan alat seadanya. Ada juga satu rumah yang masih merasakan dampak pasca banjir surut. Pemilik rumah itu biasa dipanggil ‘Bah Parman’. Seorang lelaki yang sudah tua yang rumahnya menjolok ke bawa. Alhasil, mengundang air mudah masuk ke dalam rumah. Saat rumah lain sedang dibersihkan karena sisa-sisa lumpur. Bah Parman masih bergelut dengan air yang tertampung dirumahnya. Ia mengungsi di sebuah loteng yang cara masuknya menggunakan tangga kayu yang lusuh hampir rapuh. Namun, kebahagiaannya tetap terpancar saat diberikan sebungkus bingkisan makanan untuk Bah Parman.

Lalu pada saat Tim Relawan datang untuk memberikan makanan dan obat obatan kepada masyarakat, Maa syaa Allah masyarakatnya sangat sangat antusias dan sangat bahagia pada saat dibagikan sedikit makanan..
Oh yaaa kondisi rumahnya pun ada yang sangat layak untuk di tempati tapi gak sedikit juga rumah rumah yang mungkin untuk kita yang melihatnya akan mengatakan “ini sangat tidak layak untuk di tempati” betapa sangat mengkhawatirkan untuk warga-warga di kampung parunghalang RT08/RW01, Kel. Andir, Kec. Baleendah, Kab. Bandung.

Saya berharap juga, agar pihak pemerintahan dapat melirik nasib para warga yang harus berjuang melawan banjir setiap musim penghujan datang. Bagi teman-teman yang belum bisa terjun langsung, in syaa Allah masih bisa membantu mereka saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan mendukung setiap program Yayasan Tendavisi Indonesia, baik program kemanusiaan, sosial ataupun pendidikan. In syaa Allah akan menjadi jalan kebaikan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Aamiin Allahumma Aamiin.
Jazakumullahu khayran kepada para pembaca.

Salam Relawan,
Yayasan Tendavisi Indonesia
Berkarya-Berbagi-Menginspirasi